Maudy Ayunda Remake “Satu Bintang Di langit Kelam”

“Khayalku terbuai jauh, pelita kecilmu mengalir pelan dan aku terbenam…  Redup kilaumu tak mengarah, jadilah diriku selatan… Namun tak kau sadari hingga kini dan nanti… ”

Sebuah syair lagu yang menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan ini, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995 silam. Lagu dengan lirik sederhana namun indah ini adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang Di Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Menurut Dee, lagu ini pernah diklaim jadi lagu kebangsaan jomblo, walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau. “Lagu ini memang pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomblo pada eranya,” ucap Dee tentang lagu ini.

Kini di awal tahun 2017, MAUDY AYUNDA kembali me-remake lagu ini sebagai single terbarunya. “Rasanya tentu seneng banget bisa bekerjasama lagi dengan Mbak Dewi, sudah kangen banget sih bisa menyanyikan  lagu beliau lagi. Karena ini lagu remake, pastinya ada beban tersendiri. Walau lagunya gak kalah bagusnya dengan versi yang sebelumnya, tapi harus sama kerennya dan harus berbeda untuk bikin orang merasa bahwa ini versi baru yang sukses’, ucap Maudy tentang tantangan yang dihadapinya saat menyanyikan lagu ini.

Karena lagu ini adalah lagu yang pernah populer pada masanya, Maudy pun menyanyikan lagu ini dengan gaya khasnya sendiri. Dengan vokal yang smooth dan indah, Maudy berhasil membawakan lagu ini dengan rasa yang berbeda. “It’s really exicting, yang seru sebenarnya saat mau recording, kita sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Karena ceritanya itu sangat simbolik, banyak metaphor didalamnya dan akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu bener-bener dipikirin. Jadi sebelum rekaman itu, kita diskusi dengan Mbak Dewi dulu, mau kayak gimana nih. Bahwa lagunya seperti apa sih, ceritanya tentang apa, apakah ini lagu sedih atau apa. jadi banyak sekali brain-storming session dibalik recording lagu ini. Apalagi lirik dilagu ini sangat dalam, kita sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau ga salah kalimatnya ‘jadilah diriku Selatan’. Jadi kita banyak interpretasi dari lagu ini, menurut aku ini yang membuat lagu ini menarik”, jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

 Setelah menyelesaikan studinya di Inggris, Maudy Ayunda memang mengakui dirinya banyak berubah dan lebih matang dalam konsep bermusik. “Ini single baru setelah aku selesai studi di Oxford. Memang sekarang aku akan lebih picky dengan lagu-lagu yang ingin aku nyanyikan. Karena aku kali ini pengen bener-bener punya lagu-lagu yang liriknya kuat dan cerita yang kuat dibaliknya. Bener-bener bisa membuat orang lain berfikir, pokoknya lagu-lagu yang memiliki efek lain selain enak di denger. Menurut aku, lagu Satu Bintang Di Langit Kelam adalah lagu yang seperti itu. Lagu yang membuat orang tidak hanya merasa terbawa karena nadanya, tapi juga mungkin terbawa untuk berfikir atau merasakan sesuatu dari kata-katanya yang amat sangat indah dan dalam. Menurut aku, menarik sekali kalau sebuah lagu bisa mengajak orang untuk berinterpretasi atau berfikir. That’s the magic of song writing and that’s the magic of lyric writing. Dan aku pengennya kesitu sekarang”, tutur Maudy penuh makna.

Lagu ini juga hadir sebagai salah satu soundtrack yang akan menghiasi film “Trinity, the Nekad Traveler”, sebuah film karya rumah produksi Tujuh Bintang Sinema yang diadaptasi dari buku laris The Nekad Traveler karya travel blogger Indonesia, Trinity. Film yang mengambil lokasi di Indonesia, Filipina, dan Maldives ini menceritakan tentang kisah nyata sang penulis buku yaitu Trinity, yang melakukan perjalanan nekat berkeliling Indonesia dan dunia.. “Film ini menarik karena mengangkat traveling sebagai tema utamanya. Jadi bukan cuma ada cerita, tapi ada traveling-nya juga,” ungkap Maudy

Film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ rencananya akan di rilis di bioskop Indonesia pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang dan menjadi ajang comeback-nya Maudy Ayunda di kancah sinematik Indonesia, setelah dirinya menyelesaikan studi di jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics), Oxford University-Inggris. Single terbaru ini pun menjadi momentum bagi Maudy untuk semakin mengukuhkan eksistensinya di pentas musik Tanah Air. “Harapan aku buat single baru dan tentunya soundtrack film ini, semoga mereka bisa saling support. Maksudnya single-nya men-support filmnya dan filmnya juga men-support single-nya. Yang jelas, pasti pengennya bisa diterima oleh masyarakat. Pengennya juga semua orang bisa melihat kedua project ini sebagai satu kesatuan yang memang cocok. Mudah-mudahan kita bisa membuat efek itu dan semoga bisa menyentuh hati para pendengar dan yang menonton filmnya. Ya semoga semua orang suka sama hasilnya seperti bagaimana aku pun sangat senang dengan kolaborasi dan project ini”, tutup Maudy yang sedang menyiapkan album ketiga yang banyak berisi lagu-lagu yang ditulisnya sendiri.

Satu Bintang Di Langit Kelam (Lirik)

Angkasa tanpa pesan

Merengkuh s’makin dalam

Berselimut debu waktu

Ku menanti cemas

 

Kau datang dengan sederhana

Satu bintang di langit kelam

Sinarmu rimba pesona

Dan kutahu tl’ah tersesat

 

Kukejar kau takkan bertepi

Menggapaimu takkan bersambut

Sendiri membendung rasa ini

Sementara kau membeku

 

Khayalku terbuai jauh

Pelita kecilmu mengalir pelan

Dan aku terbenam

 

Redup kilaumu tak mengarah

Jadilah diriku Selatan

Namun tak kau sadari

Hingga kini dan nanti

Composed by DEWI ‘DEE’ LESTARI

Published by TRINITY OPTIMA PRODUCTION

Produced by ANDRE DINUTH

String Arrangement by ALVIN WITARSA / Violin 1 by ALVIN WITARSA / Violin 2 by YOHANES / Viola by

ADI NUGROHO / Cello by DANI KURNIA

Vocal Produced by IRVNAT @BACKBEAT Std, Jkt

Engineered by ANGGI ANGGORO

Mixed by EKO SULISTIYO

Mastered by STEVE CORRAO @SAGE AUDIO, NASHVILLE, TN, USA

@TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2017

Share