Stop Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi!

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan pada bayi sejak berumur nol sampai enam bulan tanpa putus. Juga tanpa makanan dan minuman tambahan lainnya. Ibu-ibu sangat dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Pasalnya pemberian ASI eksklusif pada bayi sangat bermanfaat untuk perkembangannya. Baik perkembangan fisik maupun motoriknya. Oleh karena pemberiannya yang secara terus-menerus, maka tidak dianjurkan untuk memberikan makanan tambahan lain selama enam bulan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Dr. Bob Wahyudin, SpA(K), IBCLC, dalam acara Kasih Ibu di Radio SPFM, Selasa, (01/11/11).

“Jika memberikan ASI hanya 4 bulan dan kemudian bayi diberi makanan lain justru malah kurang bagus untuk bayi terutama perkembangan IQ-nya,” papar Dr. Bob.

Selain ASI, bahaya pemberian makanan tambahan terlalu dini pada bayi bisa berakibat fatal terhadap ususnya. “Bisa saja usus bayi kaget dan terlipat. Akibatnya usus anak bisa mengalami pendarahan dan dampaknya bisa berujung pada kematian,” ujarnya.

Dr. Bob juga menceritakan beberapa kasus yang pernah ditemui. Banyak masyarakat indonesia yang memiliki kepercayaan jika bayi baru lahir harus segera diberi makanan. Fenomena yang unik di negara kita, ada beberapa masyarakat yang meyakini pemberian makanan tambahan sejak dini pada bayi. Hal tersebut sangat membahayakan bayi tentunya, dan penting untuk diketahui bahwa usus bayi belum siap menerima makanan yang memiliki kandungan protein yang besar.

“Pori-pori bayi yang baru lahir terbilang sangat besar. Jika protein yang masuk jumlah kandungannya besar, ini bisa membahayakan bayi anda,” katanya mengingatkan.

Setelah enam bulan pemberian ASI eksklusif,  bayi baru bisa diberi makanan tambahan. Namun ASI masih menjadi makanan utama untuk tetap menjaga tumbuh kembangnya hingga anak berusia dua tahun.

Share