Zenfone 2 RAM 4GB/32GB Kini Rp3.699.000

ASUS, pemain utama di industri notebook telah memasuki pasar smartphone dengan lini produk Zenfone. Hanya selang setahun setelah pertama kali hadir di pasaran, termasuk di Indonesia, ASUS kini telah mengambil posisi kedua dan menggeser pesaingnya yang lebih dulu hadir dari berbagai brand ataupun jenis OS yang digunakan.

11158005_10203224577250173_1970144960_n

Di industri smartphone Indonesia, praktis kini hanya produsen asal Korea Selatan yang sudah cukup lama berkutat di industri telekomunikasi mobile yang menjadi pesaing dan menguasai pangsa pasar lebih besar, sekitar 25 persen. Namun demikian, selisih di antara keduanya kini hanya terpaut sekitar 10 persen saja.

“Ketika pertama kali hadir di kuartal kedua 2014, ASUS hanya berhasil meraih kurang dari 3,5 persen pasar. Pada kuartal berikutnya, kami berhasil meningkatkan pangsa pasarnya di Indonesia menjadi sekitar 5,8 persen dan 11,1 persen di kuartal ketiga dan keempat 2014,” sebut Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia.

11185780_10203224556769661_858474324_n

Hingga tutup tahun 2014, Juliana menyebutkan, ASUS berhasil memasarkan lebih dari 1,4 juta unit smartphone di Indonesia.”Tren ini juga terus meningkat. Di kuartal pertama 2015, ASUS masih berada di posisi ketiga. Namun pada Q2 2015, ASUS naik ke posisi kedua dan menguasai 14,91 persen pasar. Bahkan di satu kuartal ini saja, ASUS mendekati total penjualan sepanjang tahun 2014 lalu,” sebut Juliana.

“Untuk merayakan keberhasilan ASUS meraih posisi kedua di industri smartphone di Indonesia, ASUS akan memberikan cash back sebesar Rp300.000 untuk setiap pembelian ASUS ZenFone 2 ZE551ML 4GB/32GB,” sebut Juliana. “Kini pengguna bisa mendapatkan smartphone berkinerja tinggi dan RAM ekstra lega tersebut di harga Rp3.699.000 saja,” ucapnya.

Zenfone, Produk Premium dengan Harga Terjangkau

Juliana menambahkan, saat ini dunia sudah berubah. Teknologi smartphone sudah semakin matang dan belum banyak inovasi teknologi signifikan dalam setahun terakhir yang mau tidak mau memaksa pengguna harus mengganti smartphone high end lamanya dengan versi yang lebih baru.

“Dari sisi hardware, integrasi chipset telah membuat desain smartphone lebih mudah dibanding sebelumnya. Untuk itu, tak hanya berinovasi pada desain yang elegan dan stylish, ASUS harus juga berinovasi pada software,” sebut Juliana. “Dengan ZenUI, ASUS mengembangkan antarmuka yang memiliki desain seni modern yang premium, berbasis Android,” ucapnya.

Dengan Zenfone, Juliana menambahkan, pengguna lama juga tidak ditinggalkan. “Tidak seperti brand lain yang jarang atau bahkan tidak memperbarui produk yang telah dijual ke pasaran, ASUS terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas aplikasi, antarmuka dan pengalaman pengguna Zenfone,” sebut Juliana.

“Tak hanya itu, sistem operasi Android yang terpasang juga terus menerus kami update,” ucap Juliana. “Mulai dari Jelly Bean, KitKat, dan kini Android Lollipop, sudah tersedia pada lini smartphone ASUS. Termasuk untuk Zenfone yang pertamakali kami hadirkan ke pasaran Indonesia. Tak semua produsen menawarkan kenyamanan seperti ini bagi pengguna,” ucapnya.

Selain menawarkan desain fisik yang premium, antar muka yang modern dan memudahkan pengguna, ASUS juga dikenal sebagai produsen smartphone yang harganya terjangkau. “Kami melihat Zenfone memiliki kekuatan untuk merusak pasar seperti yang dimiliki lini produk smartphone kompetitor saat pertama kali hadir,” sebut Juliana. “Kami juga yakin bahwa ASUS akan mengejar pemain terbesar saat ini dalam waktu singkat,” ucapnya. (PR)

Share