Ditjen Bea Cukai Sosialisasikan Aturan Cukai ke PHRI Sulsel

Bertempat di Ruang Tulip Claro Hotel Makassar hari Kamis (11/04/2019), BPD PHRI Sulawesi Selatan mengadakan diskusi sosialisasi dengan Direktorat Jendral Bea Cukai Sulawesi Selatan. Diskusi ini bertema “Sinergitas BPD PHRI Sulsel dan Kanwil Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Sulsel dalam mendukung investasi dan geliat pariwisata Sulsel”.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kakanwil DJBC Sulsel Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Seksi Narkotika Kanwil DJBC Sulsel Frand Mede Simanjuntak, Kepala Seksi Kepabean dan Cukai V KPPBC TMP B Makassar, Kasubsi Hanggar KPPBC TMP B Makassar, Ketua BPD PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, Ketua IHGMA Junaidi Salam serta sejumlah pengurus dan anggota PHRI Sulsel

Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan tugas pokok DJBC yaitu pembinaan berkaitan dengan barang kena cukai. Barang kena cukai yang ditetapkan saat ini berdasarkan Undang -Undang Cukai no. 39 tahin 2007 adalah rokok dan minuman yang mengandung Alkohol.

Kakanwil DJBC Sulsel Padmoyo Tri Wikanto pada kesempatan itu mengatakan, PHRI selaku asosiasi perhotelan sering berkaitan langsung dengan minuman impor. Olehnya DJBC memberikan pemahaman kepada pengusaha hotel dan restoran yang menjual minuman ber-alkohol agar melakukan usahanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apalagi sekarang sudah ada aturan baru tentang perizinan di antaranya Online Single Submission dan lain-lain.

“Pemerintah saat ini membuat terobosan simplifikasi agar pengusaha lebih mudah untuk berusaha, tapi disamping itu pengusaha harus taat ketentuan, kegiatan ini juga menjadi refreshment untuk setiap pengusaha perhotelan dan restoran di Makassar yang saat ini sudah kooperatif secara baik kepada kami,” kata Padmoyo.

Di lain pihak, Ketua BPD PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan berharap seluruh pengusaha hotel terutama anggota PHRI untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku.

“Karena legal itu mudah, sehingga negara untung dan pengusaha pun untung. Semoga pertemuan ini membangun silaturahim serta komunikasi yang terbuka. Sehingga setiap ada permasalah juga bisa cepat dikoordinasikan langsung ke DJBC Sulawesi Selatan,” kata Anggiat.(PR/IJ)

Share