KPID Sulsel: TV Nasional Belum Mengindahkan P3-SPS

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan menilai siaran televisi nasional masih banyak yang belum mengindahkan P3-SPS. Beberapa pelanggaran yang dilakukan stasiun televisi nasional di antaranya masih menampilkan tayangan yang tidak sehat untuk masyarakat,  terutama bagi anak-anak. Hal ini diungkapkan Koordinator Bidang Monitoring Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, Rahma Saiyed, pada acara Ekspose Hasil Monitoring Siaran, Senin (5/08/11) di Rumah Makan Kaisar, jalan Jendral Sudirman, Makassar.

Dalam kesempatan itu, Rahma mengungkapkan beberapa bentuk pelanggaran yang dilakukan media. Seperti pelecehan seksual terhadap kaum perempuan dan kekerasan terhadap anak. “Berdasarkan pengaduan yang masuk ke KPID Sulawesi Selatan, pelanggaran yang masih saja dilakukan oleh beberapa TV Nasional yakni menyangkut pelecehan terhadap perempuan. Misalnya iklan minuman segar dan iklan kondom yang mengeksploitasi tubuh perempuan yang sangat terbuka,” katanya.

Ekspose Hasil Monitoring Siaran ini dimaksudkan sebagai bagian dari bentuk evaluasi terhadap media penyiaran. Dari hasil monitoring siaran ini, menurut Rahma, menunjukkan bahwa saat ini TV Nasional belum mengindahkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) yang menjadi pegangan dan acuan media penyiaran.

“Sebagai bentuk evaluasi, kami sudah mengirimkan surat rekomendasi ke KPI pusat untuk menindaklanjuti  beberapa TV Nasional yang kami nilai  belum mengindahkan P3-SPS dan masih melakukan pelanggaran penyiaran tersebut,” ujar Rahma.

Ekspose yang dihadiri oleh segenap komisioner KPID Sulawesi Selatan dan insan media penyiaran di Sulawesi Selatan itu dilanjutkan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama. (uv)

Share