Festival Jajanan Ramadhan Mappanyuki

Ramadhan 1432 Hijriah sudah berlalu beberapa hari. Aneka ragam kegiatan yang menyemarakkan bulan yang lebih mulia dari seribu bulan ini pun sudah kita jalani. Tarawih, shalat malam, sahur, puasa, tadarus Al-Qur’an dan berbuka puasa, menjadi rutinitas sehari-hari.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelah Utara jalan Andi Mappanyukki yang letaknya bersisian dengan jalan DR. Sam Ratulangi di Makassar, selalu ramai dipadati pengunjung. Di sisi kiri dan kanan jalan berdiri tenda-tenda yang berjejer rapi. Para pedagang musiman terlihat sibuk mengatur dagangan mereka di bawah tenda-tenda itu. Mulai dari hidangan atau takjil buka puasa berupa kue kering dan kue basah sampai ke makanan berat yang lengkap dengan lauk pauknya. Jenisnya beragam, ada yang moderen ada juga masakan tradisional. Layaknya sebuah festival kuliner. Seperti spanduk yang terpasang di depan tenda bertuliskan “Festival Jajanan Ramadhan”.

Para pembeli biasanya mulai ramai berbelanja sekitar pukul 15.00. Keramaian menjelang saat berbuka puasa ini tak ayal membuat kemacetan arus lalu lintas. Pasalnya tenda para pedagang menggunakan sebagian badan jalan. Belum lagi pengunjung yang memarkir kendaraannya juga di badan jalan dan orang yang lalu lalang, membuat jalan ini semakin terasa sempit.  Meskipun demikian kegiatan ini akan tetap berlangsung selama Ramadhan.

“Insya Allah saya akan berjualan  di sini selama bulan Ramadhan.  Memang pengunjung disini sangat ramai, bahkan sampai saat berbuka pengunjung masih tetap padat seperti ini,“ kata Ema, salah seorang pedagang makanan yang ditemui SPFM di lokasi tersebut.

Sedangkan Narti, salah seorang perempuan muda  yang bersama teman-temannya menyewa tempat berjualan mengakui hampir tiap tahun mereka berjualan di situ. “Kami menjual beberapa jenis makan dan kue-kue seperti Pallu Mara, Ikan Goreng, Opor Ayam, Barongko dan berbagai makanan  khas Sulawesi Selatan.  Memang keramaian ini tidak berubah setiap tahunnya. Kami menyewa tempat ini 25 ribu perharinya. Tempat ini disewakan oleh panitia penyelenggara. Panitianya memang orang-orang yang tinggal disekitar jalan ini,” ungkap Narti.

Di sisi lain, Tuti, ibu satu anak yang datang bersama suaminya mengaku sangat terbantu dengan adanya Festival Jajanan Ramadhan ini. “Kalau setiap hari harus membuat sendiri penganan untuk buka puasa kan repot. Mana saya harus mengurus anak. Mending beli di sini saja, sekalian wisata kuliner,” ujarnya sambil tertawa.

Festival Jajanan Ramadhan yang setiap tahun digelar di ujung Utara jalan Andi Mappanyukki ini merupakan inisiatif warga yang tinggal di sekitar jalan itu . Mereka membentuk kepanitian, mendirikan tenda-tenda dan menyewakannya  kepada para pedagang musiman. Bukan hanya mereka dan pedagang saja yang mengais rejeki, karena juru parkir dadakan juga terlihat sibuk mengatur kendaraan pengunjung.

[nggallery id=1]
Share